Rabu, 23 April 2014

Kalimat Penting: William Stevenson: Pemerintah Adalah Anugerah

"The gift of civil government thus demonstrates clearly the reality of God's providential care".

"Anugerah pemerintahan sipil mendemonstrasikan secara jelas realitas perhatian pemeliharaan Allah".

[Hadirnya pemerintah yang adil melindungi masyarakat dari kekacauan anarkis atau penindasan tiranis]

(dari Jurnal STT Reformed Injili Internasional "VERBUM CHRISTI" Vol. 1, No. 1, April 2014)

Kalimat Penting: John Ponet: Tujuan Pemerintah

[Tujuan pemerintah adalah]

"the maintenance of justice, to defend the innocent and to punish evil"

"memelihara keadilan, membela kaum yang tidak bersalah dan untuk menghukum orang jahat".

(dari Jurnal STT Reformed Injili Internasional "VERBUM CHRISTI" Vol. 1, No. 1, April 2014)

Selasa, 22 April 2014

Paul D. Tripp: Jujur Kepada Pasangan? (2)

Ketiga, kami tidak akan mencari-cari alasan. Merupakan dorongan yang khas bagi kita semua: seseorang menunjuk sebuah kesalahan dan kita dengan cepat dipenuhi dengan pandangan alternatif yang menempatkan kita di dalam pengertian yang berbeda. Penolakan untuk mencari-cari alasan berarti menolak dorongan untuk membangun alasan bagi pembenaran kita. Hal ini berarti menolak untuk menyerang balik dengan menyebutkan kesalahan-kesalahannya, memastikan bahwa dia tahu bahwa kita bukan satu-satunya orang berdosa di tempat itu.

Keempat, kami akan mengakui kesalahan dengan cepat. Hanya ada sedikit hal yang bersumbangsih lebih terhadap kesehatan dari sebuah pernikahan daripada komitmen untuk tidak memendam kemarahan. Kita menolak untuk mencibir. Kita menolak untuk tinggal dalam kesunyian dari luka, kemarahan, dan balas dendam. Ketika kita berbuat salah, kita akan dengan cepat mencari pengampunan dan perdamaian. Jika kita diperlakukan dengan tidak benar, kita akan dengan cepat mendekati orang itu dan menolongnya dengan kasih supaya ia mengerti apa yang telah ia katakan dan lakukan. Kita akan membuat pendekatan di dalam semangat pengampunan dan pengharapan. Kita menolak untuk membiarkan "matahari terbenam, sebelum padam amarahmu" (Ef. 4:26).

(dari buku "Apa Yang Anda Harapkan? Menebus Realitas Pernikahan" [Surabaya: Momentum])

Paul D. Tripp: Jujur Kepada Pasangan? (1)

Jadi, bagaimana tampaknya bila menganggap serius anugerah pengakuan, untuk mengungkapkan masalah yang telah lama diketahui dan pengakuan yang jujur sebagai kebiasaan dari sebuah pernikahan? Ini adalah kebiasaan sehari-hari dari gaya hidup pengakuan. 

Pertama, kami akan jujur dengan penuh kasih. Pengakuan membutuhkan kejujuran. Hal ini membutuhkan kerelaan untuk mendekati orang lain ketika dia berlaku atau berbicara dengan cara yang Allah katakan salah. Kita harus berkomitmen untuk berurusan dengan masalah-masalah seperti itu dengan cara yang didorong oleh kasih dari keserupaan dengan Kristus. Ini berarti bahwa sebelum kita dapat berbicara mengenai masalah hati orang lain, kita pertama-tama perlu berhadapan dengan luka, kemarahan, dan kepahitan dari hati kita sendiri. Ingat, kebenaran yang tidak diutarakan dalam kasih tidak akan berguna karena pesannya menjadi terpelintir dan menyimpang oleh emosi dan agenda manusia yang lain. Ketika kita mendekati pasangan kita, kita sedang berusaha menolong dia melihat apa yang Allah ingin dia lihat. Ingat, kita tidak dapat mengaku apa yang tidak kita lihat. 

Kedua, kami akan rendah hati ketika disingkapkan. Kerendahan hati ketika kita didekati oleh orang lain, berarti kerelaan untuk mempertimbangkan. Hal ini berarti mendiamkan suara-suara dari sistem pembelaan batin kita. Hal ini berarti mengingat kita belum sampai, kita masih orang berdosa yang membutuhkan anugerah sehari-hari dan pada saat ini kita dikasihi oleh Penebus kita. Kerendahan hati berarti kerelaan untuk melihat di cermin Firman Allah dan bersukacita bahwa apa pun yang kita lihat sudah ditutup oleh darah Yesus. 

bersambung...

(dari buku "Apa Yang Anda Harapkan? Menebus Realitas Pernikahan" [Surabaya: Momentum])

Senin, 21 April 2014

Pdt. Stephen Tong: Hanya Ada 2 Macam Gereja

Hanya ada dua macam teologi: antroposentris [berpusat kepada manusia] dan teosentris [berpusat kepada Allah]. Hanya ada dua macam gereja, gereja yang antroposentris dan gereja yang teosentris. Kita harus memilih di antara mereka. Jikalau Baal itu Allah, sembahlah Baal. Jikalau Yahwey itu Allah, sembahlah Yahweh. Tidak ada kompromi. Semangat Elia harus dibangkitkan kembali di dalam iman Reformed sekarang ini. Puji Tuhan.

(dari Jurnal STT Reformed Injili Internasional "Verbum Christi" Vol. 1, No. 1, April 2014. Silahkan menghubungi Sdri. Eva di laman STTRII untuk membeli jurnal tersebut).

Pdt. Stephen Tong: Gerakan Reformed Seperti Sandwich

Apakah itu iman Reformed? Apakah itu gerakan Reformed? Gerakan Reformed itu seperti sandwich di antara Renaisans dan Pencerahan. Tetapi penulis tidak suka bagian atas dan bagian bawahnya. Penulis suka bagian tengahnya, daging yang enak ada di situ. Di dalam iman Reformed, kita melihat isi sejati dari kebenaran, isi sejati dari wahyu Allah. Hanya di dalam Alkitab kita tahu dari mana manusia itu datang, di mana manusia jatuh, bagaimana manusia bisa ditebus, kapan terjadinya konsumasi bagi dunia ini. Segala sesuatu yang terpenting, yang terbaik di dalam pemikiran manusia, hanya diringkas di dalam Alkitab, bukan yang lain. Jadi, selain Allah, kita harus mencintai gerakan kita, lebih dari segala sesuatu. Hanya Allah yang lebih besar dari pekerjaan-Nya. Hanya Allah yang lebih besar dari kehendak-Nya. Bagi Calvin, sesungguhnya tidak ada yang lebih besar dari pada kehendak Allah kecuali diri Allah sendiri. Dan jika kita mengasihi Allah, kita mengasihi pengenalan sejati dari sejarah pewahyuan dan kehendak-Nya di dalam kitab-Nya. Puji Tuhan.

(dari Jurnal STT Reformed Injili Internasional "Verbum Christi" Vol. 1, No. 1, April 2014. Silahkan menghubungi Sdri. Eva di laman STTRII untuk membeli jurnal tersebut).

Minggu, 20 April 2014

Kalimat Penting: Pdt. Stephen Tong: Kebangkitan Kristus & Kemungkinan

"Kebangkitan Kristus menjadikan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin".

[Refleksi saya: Kebangkitan Kristus menjadi dasar bagi orang percaya untuk berani melayani pelayanan-pelayanan yang sulit, terlihat mustahil, 'mission impossible'. Inilah yang dialami oleh misionaris-misionaris di berbagai daerah]

(parafrase oleh saya. Pernah disampaikan dalam berbagai khotbah).