Jumat, 19 Desember 2014

Agustinus dari Hippo: Firman Kekal Dilahirkan Dalam Waktu

Firman Bapa, yang telah menjadikan zaman-zaman, telah menjadi manusia dan demi kita menetapkan hari kelahiran-Nya dalam waktu. Dalam kejadian-Nya sebagai manusia diinginkan-Nya suatu hari bagi diri-Nya padahal satu hari pun tak akan berlalu tanpa perintah Ilahi-Nya. sementara Ia tinggal bersama Bapa-Nya, Ia mendahului segala zaman, dan Ia pada hari ini keluar dari ibu-Nya untuk memasuki peredaran tahun. Ia menjadi manusia, Ia yang menjadikan manusia. Maka, Dia yang mengendalikan bintang-bintang menyusu pada buah dada ibu-Nya; Dia yang adalah roti, kelaparan dan Dia yang adalah mata air, kehausan; Dia yang merupakan terang menjadi temaram; Dia yang adalah jalan, letih karena perjalanan;

Dia yang adalah kebenaran, kena tuduhan dengan saksi-saksi palsu; Dia yang menjadi Hakim atas orang hidup dan orang mati dihukum oleh seorang hakim fana; Dia yang adalah keadilan dinyatakan bersalah oleh orang-orang yang tidak adil. Pengajara didera dengan cemeti; Buah Anggur dimahkotai dengan duri-duri; Fundamen digantungkan pada salib; Kekuatan menjadi lemah; Kesembuhan terlukai; bahkan Hidup mengalami kematian.

(dari buku "Bagai Terang di Hati" [Jakarta: Gunung Mulia & Kanisius])

Agustinus dari Hippo: Kristus Sudah Merendahkan Diri, Apa Lagi?

Ia telah sudi menjadi manusia, apa lagi yang Saudara inginkan? Apakah Allah bagi Saudara belum cukup direndahkan? Ia yang tadinya Allah, telah menjadi manusia [Allah sejati yang dilahirkan sebagai manusia. Ia tetap Allah dan sekaligus manusia sejati]. Tempat Ia ditampung, menyesakkan: dibungkus dalam lampin, Ia dibaringkan di dalam palungan. Saudara mendengarnya tadi waktu Injil dibacakan. Siapa yang tidak tercengang mendengarnya?

Yang mengisi dunia tidak mendapat tempat di rumah penginapan. Yang dibaringkan di dalam palungan telah menjadi santapan kita. Hendaklah kedua hewan mendekati palungan, kedua bangsa, sebab "lembu menenal pemiliknya", "keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya" [Kedua bangsa adalah orang beriman baik Yahudi maupun non Yahudi; kutipan berasal dari kitab Yesaya 1].

Pergilah ke palungan dan jangan malu menjadi hewan beban untuk Tuhan. Saudara akan memikul Kristus, Saudara tidak akan sesat di jalan. Jalan itu mengendarai Saudara. Masih ingatkah Saudara keledai yang dibawa kepada Tuhan? Kitalah keledai itu, tak seorang pun perlu malu karenanya. Biarlah Tuhan mengenderai kita dan memanggil kita kemana pun menurut kehendak-Nya. Kita hewan beban-Nya. Selama Dia yang mengendarai kita, kita tidak merasa dibebani, tetapi diringankan. Selama Dia yang menjadi pandu, kita tidak sesat; kita berjalan menuju Dia, oleh Dia; di jalan itu kita tidak akan binasa.

(dari buku "Bagai Terang di Hati" [Jakarta:Gunung Mulia & Kanisius])

Agustinus dari Hippo: Bapa tanpa Ibu, Ibu Tanpa Bapak

Kelahiran Kristus dari Bapa tanpa ibu, kelahiran Kristus dari seorang ibu tanpa bapak, kedua kelahiran itu ajaib. Yang pertama abadi, yang kedua dalam waktu. Kapan Ia lahir dari Bapa? Apa artinya "kapan"? Apakah Saudara mencari "kapan" di sana sedangkan di sana Saudara tidak bakal menemukan waktu? Janganlah Saudara mencari "kapan" di sana. Carilah "kapan" itu di sini.

Jika Saudara mencari kapan kelahiran-Nya dari seorang ibu, Saudara berbuat baik. Sebaliknya, jika Saudara mencari kapan kelahiran-Nya dari Bapa, Saudara tidak berbuat baik. Ia telah lahir, namun tidak mengenal waktu. Ia lahir sebagai Yang Abadi dari Yang Abadi, Ia sama-sama abadi. Apa yang membuat Saudara heran? Ia adalah Allah. Amatilah keilahian-Nya, lalu penyebab rasa heran Saudara akan luruh.

Meskipun begitu, Saudara heran bila kami berkata: "Ia lahir dari seorang perawan", suatu peristiwa yang mengesankan. Ia adalah Allah, janganlah Saudara heran, hendaklah rasa heran Saudara berlalu dan diganti puji-pujian. Biarlah iman menjadi sokongan; percayalah bahwa terjadinya memang demikian. Jika Saudara tidak percaya, hal itu tetap terjadi, tetapi Saudara tetap orang yang tidak beriman.

(dari buku "Bagai Terang Di Hati" [Jakarta: Gunung Mulia & Kanisius])

Rabu, 17 Desember 2014

Tuhan Yesus adalah Allah Mahakuasa

Tuhan Yesus memang adalah Allah sejati, Allah yang mahakuasa.

Tuhan Yesus juga merupakan Pencipta alam semesta. Yohanes menulis, bahwa "Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan." (1:3)

Tuhan Yesus adalah pemelihara seluruh alam semesta. Ibrani 1:3: "Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,"

Tuhan Yesus juga membangkitkan orang mati. Pertama, orang yang barusan mati, anak Yairus. Kedua, orang mati yang akan dikuburkan (anak janda di Nain) dan ketiga orang mati yang sudah mulai membusuk (Lazarus).

Tuhan Yesus juga menyembuhkan telinga Malkhus yang dipotong oleh Petrus. Para prajurit yang menangkap Yesus sama sekali tidak ada ketakutan bahwa Ia yang berkuasa memasang kembali telinga yang lepas juga berkuasa melepaskan kembali telinga yang terpasang. Orang yang sudah tidak takut kepada Tuhan, tidak akan tergerak meski ada mujizat yang luar biasa.

Biarlah kita bersandar kepada Tuhan Yesus yang mahakuasa. Sekaligus kita juga takut dan gentar akan Dia.

Tuhan Yesus Adalah Allah Mahatahu

Tuhan Yesus adalah Allah Mahatahu.

Yohanes menulis dalam Injil-nya pasal 2:24-25: "Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia."

Dalam Injil-nya, Markus mencatat bahwa Tuhan Yesus dapat mengetahui apa yang ada dalam isi hati orang-orang yang bersungut-sungut. Perhatikan Markus 2:5-8: "Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!" Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?" Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?"

Bersyukur bahwa Tuhan Yesus yang mencipta dan menyelamatkan kita adalah Allah yang mahatahu. Ia tahu segala pergumulan dan air mata kita. Ia juga tahu segala dosa kita, mulai dari hati kita yang terdalam. Marilah kita berhati-hati dan takut kepada Tuhan.

Selasa, 16 Desember 2014

Lain Natal Dulu, Lain Natal Sekarang... (2)

Dulu Natal tanpa pohon Natal berhiaskan lampu...
(waktu Yesus lahir, mana ada?)

Sekarang Natal dengan pohon Natal berhiaskan lampu...
(sampai majelis bertengkar dan jemaat pinjam uang  untuk beli pohon Natal)

Dulu Natal tanpa sinter klas, apalagi piet hitam...
(waktu Yesus lahir, mana ada?)

Sekarang Natal dengan sinter klas, piet hitam, kaus kaki...
(sampai guru sekolah minggu rela dicat jadi piet hitam)

Dulu Natal, orang Majus membawa persembahan kepada Yesus...

(ini yang benar)

Sekarang Natal penuh dengan orang-orang & anak-anak yang minta hadiah...
(sampai gereja nombok untuk siapkan hadiah)

Dulu Natal adalah peristiwanya Kristus lahir...

Sekarang Natal adalah peristiwanya Mr. X (X-Mas), Sinter Klas, Piet Hitam...

"Kelahiran siapakah yang kalian rayakan?"
(Mungkin begitulah keluhan Kristus)

Lain Natal Dulu, Lain Natal Sekarang... (1)

Dulu Natal di palungan yang bau...

Sekarang Natal di karpet yang wangi...

Dulu Natal dalam kesepian...

Sekarang Natal dalam kegaduhan musik...

Dulu Natal dalam kelaparan...

Sekarang Natal dalam pesta pora...

Dulu Natal tanpa artis...

Sekarang Natal penuh artis... (yang cantik & seksi pula)

Apa perasaan Tuhan Yesus yang lahir di palungan melihat Natal sekarang?

"Kelahiran siapakah yang kalian rayakan?"

(Mungkin begitu keluhan hati Kristus)