Rabu, 27 Agustus 2014

J. I Packer: Setelah Selamat, Lalu...(2)

Ketiga, kehidupan yang bebas (Gal. 5:1): bebas dari keharusan mengusahakan keselamatan, bebas dari kekangan hukum Perjanjian Lama, bebas menggunakan dan menikmati segala hal ciptaan (1 Tim. 4:4-5; 6:17), dan bebas dalam pengertian suatu kepenuhan dan kepuasan untuk bekerja bagi Tuhan (Melayani Tuhan adalah kepuasan sempurna - seperti dinyatakan dalam Buku Doa Cranmer).

Terakhir, kehidupan yang diselamatkan adalah kehidupan dalam pengharapan kepada Allah, untuk menerima Firman dan pemberian-Nya - termasuk anugerah waktu luang dan kesenangan, yang menjadi perhatian kita dalam bab ini.

(dari buku "Rencana Allah Bagi Anda" [Surabaya: Momentum])

J. I Packer: Setelah Selamat, Lalu...(1)

Berdasarkan prinsip apakah kehidupan yang telah ditebus harus dihidupi? Ada empat prinsip yagn akan disinggung dengan singkat.

Pertama, kehidupan merupakan kewajiban terhadap Allah - yaitu memuliakan Dia melalui ketaatan yang timbul dari rasa syukur atas anugerah-Nya. Berikut ini cuplikan dari Katekismus dalam Buku Doa Cranmer yang pertama (1549): "Kewajibanku kepada Allah adalah mempercayai Dia, takut akan Dia dan mengasihi Dia, menyembah Dia, bersyukur kepada-Nya, mempercayakan diri kepada-Nya, menghormati nama-Nya dan Firman-Nya yang kudus dan melayani Dia dengan sepenuh hati seumur hidupku".

Kedua, kehidupan yang mengasihi sesama. Katekismus Cranmer melanjutkan, "Kewajibanku pada sesama adalah mengasihi mereka seperti diriku sendiri dan memperlakukan mereka seperti aku ingin diperlakukan". Kasih mengusahakan kebaikan dan kemajuan dalam segala hal yang mungkin dilakukan bagi orang yang dikasihi; kasih lebih merupakan soal pikiran dan kehendak dari pada perasaan, lebih merupakan soal komitmen jangka panjang dari intensitas sesaat. Kewajiban mengasihi sesama - seperti kewajiban mengasihi Allah - memerlukan disiplin hidup.

bersambung...

(dari buku "Rencana Allah Bagi Anda" [Surabaya: Momentum])

Selasa, 26 Agustus 2014

Thomas Watson: Waspadai Metode Pencobaan Iblis (3)

Iblis selalu menggunakan orang-orang yang terdekat; iblis mencobai dengan menggunakan perantara. Demikianlah ia mencobai Ayub melalui istrinya. "Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu?" (Ayb 2:9). Istri yang begitu akrab dapat saja menjadi alat iblis untuk mencobai agar jatuh ke dalam dosa.

Iblis mencobai kita agar melakukan hal yang jahat dengan memakai orang-orang yang baik. Demikianlah ia menambahkan racun ke dalam cawan emas. Ia mencobai Kristus melalui Petrus. Petrus membujuk Kristus untuk menghindar dari penderitaan yang harus dilalui-Nya. Guru, kasihanilah diri-Mu. SIapa yang akan mengira bahwa pencobaan justru keluar dari mulut seorang rasul.

(dari buku "Segala Sesuatu Untuk Kebaikan Kita" [Surabaya: Momentum])

Thomas Watson: Waspadai Metode Pencobaan Iblis! (2)

Iblis mengamat-amati waktu yang paling tepat untuk mencobai, seperti seorang pemancing yang cerdik melempar pancingnya tepat ketika kemungkinan besar ada ikan yang akan memakan umpannya. Waktu yang digunakan iblis saat mencobai biasanya adalah setelah kita melaksanakan suatu ketetapan rohani; alasannya adalah karena iblis berpikir ia akan mendapatkan diri kita sendiri sedang merasa paling aman.

Ketika kita sedang dalam tugas-tugas yang serius, kita mungkin akan berpikir semuanya sudah dilaksanakan, dan kita menjadi lengah sehingga kita meninggalkan semangat dan kedisiplinan kita seperti sebelumnya, seperti seorang serdadu yang setelah perang usai meninggalkan perlengkapan perangnya, tanpa sekalipun membayangkan bahwa musuhnya iblis memperhatikan hal ini. Dan ketika kecurigaan kita berkurang, iblis akan segera melemparkan kita ke dalam pencobaan.

bersambung...

(dari buku "Segala Sesuatu Untuk Kebaikan Kita" [Surabaya: Momentum])

Thomas Watson: Waspadai Metode Pencobaan Iblis! (1)

Ia mengamat-amati watak dan kekuatan kita; ia mengumpankan cobaan yang tepat. Seperti seorang petani, ia tahu benih apa yang cocok untuk tanah yang digarapnya. Iblis tidak akan mencobai dengan menggunakan sesuatu yang berlawanan dengan watak dan sifat asli seseorang. Ini merupakan kebijakannya. Ia membuat angin dan gelombang terjadi bersama-sama; ke arah mana gelombang hati yang alamiah mengalir, ke arah itulah angin pencobaan dihembuskannya. Meskipun iblis tidak dapat mengetahui pikiran manusia, tapi ia mengenali watak manusia dan menempatkan umpan sesuai hal itu. Ia mencobai orang yang penuh ambisi dengan mahkota, orang sanguin dengan kecantikan.

bersambung...

(dari buku "Segala Sesuatu Untuk Kebaikan Kita" [Surabaya: Momentum])

Senin, 25 Agustus 2014

James Orr: Ciri Wawasan Dunia Kristen

"Ada sebuah wawasan Kristen yang pasti mengenai semua hal, yang mempunyai karakter, koherensi dan kesatuan dalam dirinya, dan yang bertolak belakang dengan teori-teori dan spekulasi-spekulasi, dan wawasan dunia ini mempunyai akal dan realitas pada dirinya sendiri, dan dapat dengan baik membenarkan dirinya sendiri dihadapan sejarah dan pengalaman. Saya akan berusaha menunjukkan bahwa wawasan Kristen mengenai semua hal membentuk satu keseluruhan logis yang tidak dapat dilanggar, atau diterima atau ditolak secara sepotong-sepotong tetapi yang akan tegak atau jatuh dalam keseluruhannya, dan hanya dapat hancur karena usaha-usaha untuk melebur atau berkompromi dengan teori-teori yang sepenuhnya mempunyai dasar yang berbeda".

(dari buku David Naugle, "Wawasan Dunia" [Surabaya: Momentum])

James Orr: Perlawanan Prinsip

"Perlawanan yang harus dihadapi oleh Kekristenan bukan lagi terbatas pada doktrin-doktrin khusus atau pada ide-ide yang dianggap berkonflik dengan ilmu alam... tetapi sudah berkembang ke seluruh cara memandang dunia, dan tentang tempat manusia di dalamnya, cara memandang keseluruhan sistem dari banyak hal, alam dan moral, di mana kita ikut menciptakannya. Perlawanannya sekarang bukan lagi perlawanan dalam hal-hal yang detail tetapi perlawanan prinsip. Keadaan ini mengharuskan peningkatan kekuatan pertahanan. Yang diserang adalah pandangan Kristen tentang banyak hal, dan melalui pemaparan dan pembenaran pandangan Kristen tentang banyak hal sebagai keseluruhanlah serangan itu bisa ditangkal dengan baik".

(dari buku David Naugle, "Wawasan Dunia" [Surabaya: Momentum])