Kamis, 23 Oktober 2014

Kalimat Penting: Matthew Henry: Kehancuran Orang Muda

"Kehancuran orang muda dapat disebabkan oleh hidup bebas tanpa aturan sama sekali atau karena memilih pedoman yang salah".

(Dari "Tafsiran Mazmur 100-150" [Surabaya: Momentum])

Kalimat Penting: Matthew Henry: Pertanyaan Orang Muda

"Hanya sedikit orang muda yang mau bertanya kepada diri sendiri, dengan cara bagaimana mereka dapat memulihkan dan menjaga kesucian mereka".

Mazmur 119:9: "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu".

(Dari "Tafsiran Mazmur 100-150" [Surabaya: Momentum])

Rabu, 22 Oktober 2014

Kepemimpinan Hamba (2)

Dalam konteks sebagaimana dikemukakan di atas, kita kemudian mendengarkan Verbum Christi (firman Kristus) soal kepemimpinan hamba. Model kepemimpinan bangsa-bangsa adalah model dominatif dan penggunaan kuasa dan posisi untuk mencapai efisiensi dan efektifitasnya. Dalam klasifikasi dikotomis, Tuhan Yesus jelas membuat antitesis yang tajam. Kepemimpinan yang dikehendaki-Nya bukanlah kepemimpinan tangan besi penuh kekerasan melainkan kepemimpinan hamba.

James Edwards mengambarkan apa yang dibicarakan Kristus ini sebagai berikut, "In a decisive reversal of values, Jesus speaks of greatness in service rather than greatness of power, prestige and authority..." [Dalam suatu pembalikan nilai yang tegas, Yesus lebih membicarakan kebesaran dalam pelayanan ketimbang kebesaran dalam kuasa, kebanggaan dan otoritas]. Edwards juga menggariskan penekanan Verbum Christi ini, yakni bukan pada kuasa dan kebebasan tapi pada pelayanan atau diakonia.

(dari Jurnal Verbum Christi, Vol. 1, No. 2, Oktober 2014)

Kepemimpinan Hamba (1)

Dalam Markus 10:43, Tuhan Yesus berkata, "Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu". Konteks dari teks ini adalah permintaan Yohanes dan Yakobus untuk mendapat posisi di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus, ketika Ia berada dalam kemuliaan (ayat 37). William Lane menduga bahwa kedua murid yang dekat dengan Kristus itu beranggapan bahwa Kristus sebagai "eschatological Lord" [Tuhan akhir zaman] akan pergi ke Yerusalem untuk memulihkan kemuliaan dari tahta Daud yang telah hancur. Dengan kata lain, Yohanes dan Yakobus mengajukan permintaan dalam presaposisi "royal Messiahship" [kemesiasan politis].

Permintaan kedua anak Zebedeus akan kemuliaan setelah Yesus menyampaikan prediksi penyaliban-Nya (ayat 33-34) menandakan bahwa mereka tidak mengerti makna penderitaan Kristus. Permintaan mereka juga memicu kemarahan sepuluh murid lain. Tentu, kesepuluh murid lain, termasuk di dalamnya Yudas Iskariot, merasa bahwa permintaan Yohanes dan Yakobus tidak mewakili aspirasi mereka. Kontestasi penuh ambisi sedang berlangsung. Orang-orang yang angkuh biasanya tidak menghendaki terdapat pribadi lain yang lebih angkuh dari mereka.

bersambung...

(dari Jurnal Verbum Christi Vol. 1, No. 2, Oktober 2014)

Selasa, 21 Oktober 2014

Kalimat Penting: Soal 100 Tahun Lagi

"Seratus tahun lagi dari sekarang, takkan menjadi soal apakah Anda mendapatkan peluang besar itu... atau akhirnya mendapatkan sebuah Mercedes. Akan sangat menjadi soal, seratus tahun lagi dari sekarang, kalau Anda membuat komitmen kepada Yesus Kristus".

"Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?" (Matius 16:26)

(dari "Kisah-Kisah Rohani Pembangkit Semangat Untuk Ayah")

Kalimat Penting: Kebahagiaan Batiniah

"Kebahagiaan itu batiniah, dan bukannya lahiriah; maka, kebahagiaan itu tidak tergantung pada apa yang kita miliki, melainkan pada siapa kita sesungguhnya".

"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu" (Lukas 12:15)

(dari "Kisah-Kisah Rohani Pembangkit Semangat Untuk Ayah")

Senin, 20 Oktober 2014

Pdt. Stephen Tong: Pohon Kehidupan Dalam Kejadian 3

Pertanyaan: "Apa yang dimaksudkan dengan statemen "...jangan sampai dia mengulurkan tangannya dan mengambil pula buah dari pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga hidup untuk selama-lamanya" (Kej. 3:23)?"

Jawaban Pdt. Stephen Tong:
Kalimat itu muncul setelah Adam dan Hawa makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, lalu dihukum oleh Tuhan dan diusir keluar dari Taman Eden. Apakah statemen itu menandakan Tuhan tidak menginginkan mereka bertobat atau tidak menginginkan mereka memperoleh hidup kekal? Bukan. Lalu mengapa kata-Nya, jangan sampai mereka kembali dan makan buah dari pohon kehidupan? Karena mereka sudah dihukum oleh Tuhan dan tak boleh lagi hidup dalam jasmani sampai selamanya; tak fana.Karena dengan begitu, dia tak punya pengharapan diselamatkan.

Selain itu, bisa bayangkan tidak, apa jadinya, kalau Adam yang telah berdosa makan buah dari pohon kehidupan, sampai hari ini dia belum mati, masih ikut kebaktian di sini? Tentu tampanya sudah jadi sangat mengerikan bukan? Maka saya mengatakan satu kalimat yang kurang etis: seorang yang sudah lanjut usia, bisa mati adalah berkat Tuhan. Jadi, kalau kita sudah tua, tiba saatnya Tuhan memanggil kita pulang, ya taat saja.

(dari Seri Tanya Jawab 2011 - 13, GRII Pusat Kemayoran)