Senin, 28 Juli 2014

Pdt. Stephen Tong: Panggilan Hamba Tuhan & Kesulitan

Pertanyaan: Mungkinkah panggilan Tuhan pada seorang untuk jadi hamba-Nya batal, karena kesulitan yang dia alami dalam hidupnya?

Jawaban Pdt. Stephen Tong:
Tidak! Hanya mungkin sedikit lambat. Itu sebabnya, betapa pun sulit hidupmu, menengadah lah terus kepada Tuhan dan bersandar pada-Nya yang memanggilmu. Saya sendiri sudah menjadi piatu sejak usia tiga tahun, tetapi di usia tujuh puluh tahun masih bisa melakukan banyak perkara untuk Tuhan. Padahal waktu saya muda, tak punya uang untuk studi di luar negeri. Hidup susah, bahkan pernah waktu diutus untuk menghadiri satu Konferensi Teologi di Hongkong bersama Pdt. Peter Wongso, saat membuat paspor, beliau yang sudah WNI hanya perlu membayar sepuluh ribu rupiah. Tetapi saya yang saat itu masih berstatus stateless, belum punya WNI harus membayar lima puluh ribu rupiah. Identik dengan lima bulan honor saya. Tetapi ceramah yang saya sampaikan di sana menjadi berkat besar. Meski setelah pulang saya harus hidup dengan hemat sekali, tapi saya bersukacita. Sungguh, ada banyak kesusahan yang tidak kalian ketahui. Tetapi Tuhan terus memimpin sampai hari ini. Di mana orang memandang saya lebih kaya [secara rohani] dari siapapun. Semua itu adalah anugerah Tuhan, yang tidak pernah menelantarkan orang yang benar-benar mau bersandar pada-Nya.

(dari Ringkasan Khotbah GRII Pusat 8 Mei 2011)

Pdt. Stephen Tong: Benda Seni, Musik Klasik & Iman Kristen

Pertanyaan: Benarkah iman Kristen dapat bertumbuh lewat kebudayaan seperti musik, benda peninggalan purba...?

Jawaban Pdt. Stephen Tong:
Ini adalah  pertanyaan yang sangat bagus. Musik, seni... yang terindah harus untuk Tuhan. Itu sebab, kemarin malam saya masih "lembur" untuk memajang patung-patung Budha dari Tibet. Mungkin kau bertanya: apa hubungan antara patung yang wajahnya begitu menakutkan yang bersetubuh dengan perawan yang muda belia itu dengan iman Kristen? Patung itu diletakkan di [museum], bukan untuk meningkatkan iman Kristenmu. Melainkan menyadarkan kita: selain Yesus Kristus tidak ada orang yang sungguh-sungguh suci. Bahkan dewa yang dijunjung tinggi dan disembah orang pun bersetubuh dengan perawan muda.

(Memang seharusnya saya sendiri yang memberi penjelasan akan semua benda yang ada di [museum]. Tapi saya tak mungkin punya waktu untuk itu. Maka saya menuliskan keterangan, kalian dapat membacanya. Dan kalau mungkin, bacalah buku-buku agar dapat mengerti lebih dalam).

Jadi, lewat musik, kita melihat kemuliaan Tuhan. Dan lewat membandingkan musik-musik yang ada, kita menyadari betapa indah dan bernilainya musik Kristiani. Begitu juga lewat membedakan lukisan yang mengandung pengertian iman Kristen, kita jadi lebih cerdas. Karena semua itu adalah mandat budaya. Di mana prinsip dasarnya: biarlah Kristus jadi yang terutama, ditinggikan di segala bidang kebudayaan: politik, etika, pendidikan, sastra, filsafat...
...
Maka symphoni, museum, sekolah, yang saya dirikan bukan asal-asalan, juga bukan untuk cari uang, melainkan untuk memuliakan Tuhan...

(dari Ringkasan Khotbah GRII Pusat 8 Mei 2011)

Minggu, 27 Juli 2014

Kalimat Penting: Paradoks Kebebasan-Perbudakan

"Ketika seseorang diselamatkan oleh Kristus, ia tidak lagi menjadi budak dosa tetapi menjadi budak kebenaran. Orang yang sudah diselamatkan itu dengan bebas dan rela menyerahkan diri untuk menjadi budak kebenaran, hamba Kristus. Inilah paradoks kebebasan-perbudakan".

Kalimat Penting: Paradoks Kesempitan-Kelimpahan Hidup

"Pada waktu Paulus berkata, "bagiku hidup adalah Kristus", ia sedang menyempitkan hidupnya kepada Kristus yang limpah. Inilah paradoksnya definisi hidup Paulus".

Sabtu, 26 Juli 2014

Ayat-Ayat: Akuilah Dia

[Amsal 3:6 dalam berbagai terjemahan]

(ASV)  In all thy ways acknowledge him, And he will direct thy paths.

(ESV)  In all your ways acknowledge him, and he will make straight your paths.

(IBIS)  Ingatlah pada TUHAN dalam segala sesuatu yang kaulakukan, maka Ia akan menunjukkan kepadamu cara hidup yang baik.

(ITB)  Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

(KJV)  In all thy ways acknowledge him, and he shall direct thy paths.

Ayat-Ayat: Percaya Kepada Tuhan

[Amsal 3:5 dalam berbagai terjemahan]

(ASV)  Trust in Jehovah with all thy heart, And lean not upon thine own understanding:

(ESV)  Trust in the LORD with all your heart, and do not lean on your own understanding.

(IBIS)  Percayalah kepada TUHAN dengan sepenuh hatimu, dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri.

(ITB)  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

(KJV)  Trust in the LORD with all thine heart; and lean not unto thine own understanding.


Jumat, 25 Juli 2014

O. Hallesby: Ketenangan (2)

Ia mengalami kebenaran ucapan Yesus bahwa orang yang lemah lembut akan diberkati. Berlawanan dengan kebiasaan, ia justru mengalami sukacita dalam membiarkan dirinya direndahkan orang lain.

Yang menjadi sumber sukacita bagi dia adalah persekutuannya dengan Tuhan. Ia tidak pernah merasakan begitu menyatu dengan Tuhan seperti ketika ia sedang mengalami kehinaan. Ia mengangkat salibnya yang kecil dan berjalan mengikuti jejak Tuhan Yesus dengan senang hati, aman dan penuh sukacita, sambil merasakan bahwa salibnya telah menyatu dengan Kristus, dan bahwa memikul salib memberi sukacita dan kekuatan dalam kehidupan Kristen, yang sebelumnya tidak dikenalnya dalam menanggung beban hidup sehari-hari.

Pada saat yang sama, membawa segala sesuatu ke bawah penilaian Allah adalah satu sukacita bagi dia. Bila orang lain salah paham terhadap dia dan mengabaikan dia, ia akan kembali menghadap Allah. Dan apabila ia telah menempatkan dirinya serta semua maksud hatinya di hadapan Allah, ia akan mengalami suatu perasaan aman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, teristimewa dalam waktu di mana perhatian dan kebaikan hati orang terhadapnya hampir saja menghalangi dia untuk mendapatkan perkenanan Allah di dalam segala hal.

(dari buku "Di Bawah Naungan Sayap-Nya" [Jakarta: Gunung Mulia])